السلام عليكم
ورحمة الله وبركاته
اشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له
واشهد أن محمدا عبده ورسوله
الحمد لله حمدا كثيرا طيبا مباركا فيه
اللهم صل على محمد وعلى آل محمد
بسم الله الرحمن الرحيم
![]() |
| Pentingnya Berdakwah |
MULIANYA DAN INDAHNYA BERDAKWAH, Inilah suatu aktivitas yang sangat Mulia di sisi Allah Ta`ala. Dakwah dalam pengertiannya adalah Menyeru atau Mengajak Manusia kepada Jalan (Agama) Allah yang di Ridhoi-Nya yakni Islam, dan Menyeru (Mengajak) Manusia kepada perbuatan yang Ma`ruf (Kebaikan) serta Mencegah (Menghalau) Manusia dari perbuatan Keji (Dosa dan Maksiat). Inilah Agama yang paling lurus dan hanya menyembah kepada satu Tuhan, yakni Allah Ta`ala dan tidak ada sekutu (sesembahan lain) yang sebanding dengan-Nya, Dia-lah al-Kholiq (Pencipta) segala sesuatu. Dakwah yakni, mengajak manusia kepada Agama Allah supaya Mengenal-Nya dan Menyembah-Nya dengan tulus dan ikhlas sepenuh hati (Beribadah kepada-Nya) dan membersihkan dari sebelumnya, yakni masa kejahiliyahan (kebodohan) dengan menyembah Berhala-Berhala (berupa Patung, dan sejenisnya) yang mana tidak dapat mendatangkan Mudhorot (Bahaya) maupun Manfaat kepada Penyembahnya, Na`udzubillah (kita berlindung kepada Allah dari perbuatan tercela itu). Maka dari itu, Islam datang sebagai penyempurna dari Agama-agama sebelumnya, dan dengan diutusnya Nabi dan Rasul terakhir dan sekaligus menjadi penutup para Nabi dan Rasul terdahulu, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam, Beliau Shallallahu `alaihi wasallam-lah yang juga Manusia pilihan dan Utusan Allah sekaligus menjadi penutu para Nabi dan Rasul sebelumnya. Para Nabi dan Rasul sebelumnya juga mendapat perintah dari Allah agar supaya mendakwahi kaumnya (yang mana sebelumnya juga dalam masa kejahiliyahan), agar supaya Menyembah Allah yang Ahad (Satu/Tunggal), dan Sesungguhnya tidak ada Sekutu (Sesembahan lain) yang sebanding dengan-Nya. Akan tetapi tidak sedikit dari kaum-kaumnya yang tidak memenuhi seruan para Nabi dan Rasul terdahulu tersebut, seperti kaum Nabi Nuh `Alaihissalam yang memenuhi seruannya dan akhirnya Menyembah Allah Ta`ala hanyalah sedikit pula, dan lainnya (yaitu mereka yang tidak mau memenuhi seruan/dakwah Nabi Nuh `Alaihissalam) dimusnahkan oleh Allah yaitu dengan menimpakan Adzab (Siksa) kepada mereka yang tidak mau menyembah kepada Allah dan menentangnya dengan siksaan berupa ditenggelamkannya kaum tersebut, yaitu dikisahkan didalam Al-Quran surah HUD bahwasanya kaum tersebut (yang tidak patuh kepada perintah Nabi Nuh `Alaihissalam yaitu menyembah Allah) ditinggelamkan kedalam air yang sebelumnya Allah turunkan hujan yang sangat lebat sehingga air pun semakin meninggi hingga bukit-bukit pun dapat tenggelam darinya, lalu air pun semakin meninggi dan tenggelamlah kaum Nabi Nuh `Alaihissalam tersebut yang tidak mau menerima Dakwah Nabi Nuh `Alaihissalam tersebut, akan tetapi dikisahkan dalam surah yang sama (HUD) bahwa ketika itu Allah menyelamatkan Nabi Nuh `Alaihissalam beserta pengikutnya (yang mau menerima Dakwah nya) yang sebelumnya Allah perintah untuk membuat Bahtera (Perahu/Kapal yang besar) untuk menampung kaumnya yang mau menerima Dakwah Nabi Nuh `Alaihissalam tersebut ke dalam Bahtera yang dibuatnya dengan pengikut-pengikutnya, sehingga ketika hujan lebat dan banjir bandang telah meninggi dapatlah Nabi Nuh `Alaihissalam memasukkan kaumnya yang mau menerima Dakwahnya ke dalam Bahtera tersebut yang sebelumnya telah dibuatnya dengan pengikut-pengikutnya tersebut, lalu Bahtera tersebut berlayar dengan membawa Nabi Nuh `Alaihissalam beserta pengikut-pengikutnya ke Bukit Judiy. Inilah singkat Kisah yang di kisahkan di dalam Al-Quran pada Surah HUD, yaitu menceritakan kepada Manusia agar menjadi pelajaran bagi kaum-kaum yang akan datang sampai Umat sekarang ini, yaitu ketika Nabi Nuh `Alaihissalam Berdakwah dengan menyerukan bahwa tidak ada sesembahan (Tuhan) kecuali hanya Allah, akan tetapi kebanyakan dari kaumnya ingkar dan berpaling dari Dakwah (ajakan) Nabi Nuh `Alaihissalam tersebut, dan hanya sedikitlah dari Kaumnya yang mau menerima Dakwah Nabi Nuh `Alaihissalam tersebut, tentunya ini pelajaran bagi semua manusia bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan (Tuhan yang benar untuk di Sembah) kecuali hanya kepada Tuhan yang satu, yaitu Allah Subhanahu wata`ala, Dia-lah Tuhan yang sesungguhnya, yang menciptakan manusia, bumi dan segala isinya, dan menciptakan segala sesuatu, Tuhan langit dan bumi, timur dan barat, dan hanya Dialah yang mengetahui yang Ghaib (tidak tampak) maupun yang tampak, dan sesungguhnya tidak ada sekutu bagi-Nya, dan Semua Makhluk akan kembali Kepada-Nya (Setelah Mati lalu di Hidupkan-Nya kembali).
Begitulah, Allah Ta`ala perintahkan kepada para Rasul untuk Mendakwahi kaumnya agar supaya Beriman (Mempercayai) bahwa sesungguhnya tidak ada Tuhan yang Haq (Benar) untuk disembah Kecuali hanya kepada Allah dan supaya Bertakwa (Menjauhi segala larangan-Nya dan Mengerjakan segala perintah-Nya), dan agar Mentaati Perintah Rasul-Nya pula, dan Beriman kepada semua Kitab-kitab-Nya (Injil, zabur, Al-Quran), dan Malaikat-malaikat-Nya, dan Beriman pula dengan datangnya Hari Pembalasan (Hari Kiamat) nanti yang akan datang pada hari akhir nanti dengan pasti terjadinya.
Dan begitu pula, ketika Allah Ta`ala mengutus Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam (setelah di Utusnya menjadi Nabi dan Rasul terakhir), pada waktu itu Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam mendapat perintah dari Allah untuk Berdakwah, seperti Firman Allah di dalam Al-Quran pada Surah Al-Muddassir (74) Ayat 1-7 (yang artinya);
"Wahai orang yang berselimut (Muhammad), Bangunlah dan berilah peringatan (kepada kaummu yang berada dalam kejahiliyahan dengan menyembah Berhala-berhala), dan karena Tuhanmu Agungkan-lah, dan Pakaianmu bersihkanlah (agar terlihat bersih dan pantas untuk Berdakwah), dan perbuatan yang Keji (segala perbuatan Dosa dan Maksiat) tinggalkanlah, dan janganlah (engkau Muhammad) memberi dan mendapat balasan yang lebih banyak, dan karena Tuhanmu Bersabarlah." (Q.S. Al-Muddassir (74); 1-7)
Dari Ayat tersebut, Allah Ta`ala memerintahkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam agar Mendakwahi kaumnya yang sebelumnya berada dalam jalan kegelapan, yaitu menyembah Berhala-berhala (Patung-patung), padahal patung-patung tersebut di buat sendiri oleh tangan Manusia maka mengapa mereka tidak Berpikir (mengapa hal tersebut di jadikan Tuhan untuk di sembah)? dan siapakah yang menciptakan mereka (Manusia), tentu saja Allah yang menciptakan mereka, maka dari itu inilah Islam yang datang sebagai Rahmat (penyelamat dan kegembiraan) bagi seluruh alam dan semua Manusia dan meluruskan apa-apa Agama nenek moyang mereka (yaitu dengan menyembah Berhala yang bahkan Jumlahnya tidak satu bahkan Banyak) kepada Agama Allah, yaitu Islam dan hanya menyembah satu Tuhan, yaitu Allah. Awal mula, Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam Berdakwah dengan cara Diam-diam, yaitu kepada keluarga, kerabat-kerabatnya sahabat-sahabatnya yang terdekat terlebih dahulu. Setelah dirasa mulai banyak Pengikut-pengikutnya dan Menerima Dakwah Beliau Shallallahu `alaihi wasallam dari pengikut-pengikutnya tersebut, barulah Nabi Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam dengan para Sahabat-sahabatnya (yang telah Beriman) mulai Berdakwah secara Terang-terangan, yaitu mulai menyebar di segala penjuru Dunia, meskipun Beliau Shallallahu `alaihi wasallam mendapat berbagai cobaan dari kaumnya yang memusuhinya dan mencelanya karena tidak suka dengan kedatangan Islam, hingga melalui pula dengan proses jalan Peperangan, akan tetapi Allah Ta`ala memberikan kemenangan kepada kaum Muslimin dan Sungguh Beruntunglah orang-orang yang Beriman kepada Allah dan yang selalu Mentaati Rasul-Nya, Hingga akhirnya dengan pertolongan Allah dan Perjuangan Rasulullah Shallallahu `alaihi wasallam, Islam dapat tersebar luas di segala penjuru Dunia dengan bantuan para Sahabat-sabahat Radhiyallahu `anhum pula, hingga sekarang ini Islam semakin luas dan berkembang pesat, Masha Allah.
Demikianlah Perjuangan Para Rasul dan termasuk Rasul Muhammad Shallallahu `alaihi wasallam dalam menyebarkan Dakwah untuk menyeru Manusia yang sebelumnya berada dalam Jalan kegelapan (yaitu Kemusyrikan dan kesesatan menyembah Berhala) menuju dan mengajak kepada Jalan yang Lurus, yakni Islam dengan Menyembah satu Tuhan yang Ahad, yaitu Allah Subhanahu wata`ala, dan sebagai penyempurna dari zaman yang sebelumnya (yaitu pada zaman kejahiliyahan) menuju kepada Cahaya Islam (Kegembiraan yang abadi bagi pemeluknya yakni di Akhirat), dan sebagai Rahmat (Penyelamat) bagi Manusia yang memeluknya.
Jika dikaitkan dengan Zaman sekarang ini yang mana Zaman ini telah Modern (Maju dan Berkembang), maka strategi dan cara Berdakwah pun bisa dengan cara yang sangat Mudah, dengan Majunya Teknologi maka Dakwah pun bisa dengan mudah tersebar luas melalui Teknologi tersebut, Baik itu berupa Tulisan maupun Video dari Media Sosial seperti Dunia Internet, inilah salah satu keunggulan Media Sosila, yakni Dunia Internet yang mana bisa Berdampak Negatif dan bisa pula Berdampak Posotif bagi Penggunanya, itu semua tergantung pada Penggunanya, jika penggunanya cerdas dan menggunakan akal pikirnya secara sehat tentulah pengguna tersebut tidak ingin memanfaatkan Media Sosial (Dunia Internet) dengan hal yang tidak bermanfaat dan membawa Dampak Negatif bagi dirinya maupun orang lain, akan tetapi pengguna tersebut akan selalu mencari informasi yang bermanfaat baginya dan membawa ke Dampak Positif, dan ikut pula dalam menyebarkan Dakwah Islam di Media Sosial dalam Dunia Internet, inilah keunggulan Media Sosial bagi Pengguna yang Positif. Dan bisa pula Dakwah tersebar luas melalui jalur Organisasi-organisasi, dan segala bentuk Media Sosial, Masha Allah.
Semua kaum Muslimin bisa Berdakwah, baik itu secara pribadi (sendiri) maupun denga mendirikan Organisasi-organisasi demi Berkembangnya dan Tegaknya Dakwah Islam, yaitu dengan Mengembangkan Syari`at-syari`at Islam dalam waktu ke waktu dan tentu saja mengajak suatu kaum atau masyarakat ke jalan Allah yang di Ridhoi-Nya. Bahkan Berdakwah pun tidak harus menggunakan Lisan (Perkataan), akan tetapi bisa pula dengan menggunakan cara `Amali (perbuatan) yaitu dengan memperlihatkan atau menunjukkan Nilai-nilai keIslaman, seperti halnya seorang Muslim yang Shalat di suatu tempat yang mana tempat itu adalah mayoritas Non-Muslim, lalu waktu Shalat tiba maka seorang Muslim tersebut Shalat di tempat keramaian orang-orang Non-Muslim tersebut, maka secara langsung dilihatlah seorang Muslim tersebut yang sedang mengerjakan Shalat oleh banyak keramaian dan kerumunan oleh orang-orang Non-Muslim maka dilihatnya ini persitiwa yang baru terjadi dan asing, dan mereka bertanya-tanya, Agama apakah ini?, maka dari situ pulalah Non-Muslim dapat mengenal Islam dan Bahkan dapat Masuk Islam melalui contoh dari Perbuatan (`Amali) tersebut. Atau sebagai contoh lain, dalam tempat yang sama ada pula seorang Muslim yang baik Akhlahnya (baik perbuatannya dan sifatnya), tiba-tiba ada seorang Non-Muslim yang membutuhkan pertolongan (bantuan) sedangkan di watktu itu tidak ada yang memberinya pertolongan kecuali seorang Muslim tersebut datang kepadanya dengan penuh ketulusan dan menolongnya Ikhlas karena Allah semata, lalu seorang Non-Muslim tersebut yang meminta pertolongan tersebut bertanya kepada seorang Muslim yang telah menolongnya, Siapakah yang Berkasih sayang ini dan menolong tanpa pamrih ini, dan Berakhlak seperti layaknya Akhlak yang Mulia ini? Inilah Muslim yang mana juga memiliki Akhlak yang baik kepada sesama dan tidak pandang Derajat, Status, maupun Kepercayaan (Agama), akan tetapi semuanya sama di hadapan Allah Ta`ala, dan dengan cara seperti ini pula bisa Berdakwah dengan hanya menggunakan `Amali (Perbuatan) yaitu menunjukkan Nilai-nilai KeIslaman, inilah Berdakwah (Yakni menunjukkan Nilai Islam) hanya denga `Amali (Perbuatan) saja, dan dengan hal tersebut dapat menraik perhatian bahkan hati orang untuk memeluk Islam. Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa Berdakwah tidak hanya menyeru dengan Qouli (Lisan), akan tetapi dapat pula dengan menggunakan `Amali yang mana dengan perbuatan tersebut dapat menarik perhatian dan bahkan sampai ke hati orang lain untuk mengenal Islam ataupun bahkan untuk masuk Islam.
Sebagai Kesimpulan, Semua Kaum Muslimin bisa melakukan aktivitas yang mulia ini (Berdakwah), tidak pandang apakah itu belum cukup umur (anak-anak), Remaja, maupun yang sempurna umur (Dewasa) yang Berdakwah, hal itu sama sekali tidak merendahkan Dakwah, bahkan anak kecil pun bisa pula untuk menyebarkan Nilai-nilai Dakwah dan Berdakwah seperti layaknya orang Dewasa, dan Sesungguhnya inilah Muslim, yaitu orang-orang yang selalu Berserah Diri kepada Allah. dan Berdakwah karena Allah dengan tujuan untuk menyembah satu Tuhan yaitu Allah, mencegah dari yang Mungkar (Perbuatan buruk dan keji yang dapat menjaukan diri dari Allah) dan Menyeru atau Mengajak untuk Berbuat Ma`ruf (Perbuatan yang baik dan terpuji yang bernilai Ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah).
Allah Subhanahu wata`ala Befirman di dalam Al-Quran, Surah An-Nahl (16), Ayat 125 (yang artinya):
"Serulah (Manusia) ke Jalan Tuhanmu dengan Hikmah (Pelajaran yang bermanfaat) dan Pengajaran yang baik, dan Berdebatlah (Tolaklah orang-orang yang memusuhimu, menentangmu, mencelamu) dengan mereka Dengan cara yang Baik (Bijaksana), Sesungguhnya Tuhanmu lebih Mengetahui siapa yang tersesat dari Jalan-Nya (Jalan yang lurus yakni Islam) dan siapa yang Mendapat Petunjuk (yakni yang telah memeluk Islam)." (Q.S. An-Nahl (16); 125)
![]() |
| Mulianya Berdakwah dan Penuh dengan Perjuangan |
سبحانك اللهم وبحمدك أشهد أن لا إله إلا أنت
أستغفرك وأتوب إليك
والله أعلم بالصواب
والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Berikut Video singkat mengenai DAKWAH (Pentingnya Berdakwah) oleh Dr. Dzakir Naik (Penda`i/Pendakwah Internasional):
Bagi yang ingin Sharing dan Konsultasi (tanya jawab seputar Agama) bisa melalui No. WhatsApp:
0812 1647 8961
Atau melalui E-mail:
rizkyakbarmaulana12@gmail.com
Penulis: Rizky Akbar Maulana
Jawa timur, Surabaya
Ahad (Minggu), 24 Februari 2019 Masehi/
19 Jumadil Akhir 1440 Hijriyah



Komentar
Posting Komentar